Membangun Networking saat Kursus Brevet Pajak

Mengikuti kursus pajak untuk pemula bukan hanya soal mendapatkan sertifikat atau ilmu teknis, tetapi juga merupakan investasi strategis untuk membangun jejaring (networking). Di kelas Brevet, Anda akan bertemu dengan berbagai profil: mulai dari staf akuntansi, konsultan pajak junior, auditor, hingga pemilik usaha.

Berikut adalah strategi efektif untuk membangun networking yang berkualitas selama kursus Brevet:


1. Identifikasi Profil Peserta (Mapping)

Jangan hanya duduk diam di pojok kelas. Cobalah untuk mengenali siapa saja rekan sekelas Anda.

  • Staf Perusahaan: Bisa menjadi sumber informasi mengenai lowongan kerja atau praktik lapangan di industri tertentu.

  • Praktisi/Konsultan: Bisa menjadi mentor atau pintu masuk ke dunia firma pajak.

  • Fresh Graduate: Bisa menjadi rekan belajar (study buddy) yang kompetitif untuk memacu semangat Anda.

2. Aktif dalam Diskusi Kasus

Instruktur Brevet biasanya memberikan studi kasus nyata. Ini adalah momen terbaik untuk menunjukkan kapasitas Anda.

  • Berikan Opini: Saat diskusi, sampaikan pendapat yang berdasar pada regulasi (misal: mengutip UU HPP). Ini akan membuat orang lain menyadari kompetensi Anda tanpa terkesan pamer.

  • Ajukan Pertanyaan Kritis: Pertanyaan yang bagus sering kali memicu diskusi panjang yang membuat Anda diingat oleh instruktur dan rekan lainnya.

3. Manfaatkan Grup WhatsApp/Telegram Kelas

Hampir setiap angkatan Brevet memiliki grup koordinasi. Jangan biarkan grup tersebut hanya berisi pengumuman jadwal.

  • Sharing Update: Jadilah orang pertama yang membagikan info Kursus Brevet Pajak Murah terbaru (misal: aturan TER 2024 atau update Core Tax).

  • Bantu Rekan yang Kesulitan: Jika ada rekan bertanya soal teknis pengisian SPT atau perhitungan, bantulah dengan sopan. Ini membangun reputasi Anda sebagai orang yang helpful dan ahli.


4. Networking dengan Instruktur (The Expert Link)

Instruktur Brevet biasanya adalah praktisi senior, auditor DJP, atau konsultan senior.

  • Konsultasi Setelah Kelas: Gunakan waktu istirahat atau setelah kelas untuk bertanya soal kasus yang sedang Anda hadapi di kantor.

  • Minta Kontak Profesional: Jika pembawaannya santai, jangan ragu untuk meminta profil LinkedIn atau kartu nama mereka. Instruktur sering kali mencari talenta berbakat untuk direkomendasikan ke klien atau kantor mereka sendiri.


5. Strategi “Lunch Break” dan “Coffee Break”

Interaksi informal sering kali lebih kuat daripada interaksi di dalam kelas.

  • Berpindah Tempat Duduk: Cobalah duduk di sebelah orang yang berbeda setiap minggu agar jangkauan kenalan Anda lebih luas.

  • Topik Non-Pajak: Jangan hanya bicara soal PPh atau PPN. Bicarakan hobi atau tren bisnis terkini untuk membangun hubungan emosional yang lebih personal.


6. Tindak Lanjut Setelah Kursus Selesai

Networking yang hebat tidak berhenti saat sertifikat keluar.

  • Hubungkan via LinkedIn: Cari nama rekan-rekan Anda di LinkedIn dan kirimkan undangan koneksi dengan pesan personal.

  • Reuni Kecil: Ajak beberapa rekan untuk sekadar kopi darat atau diskusi “Tax Update” ringan setiap beberapa bulan sekali.


Manfaat Jangka Panjang Networking Brevet:

Manfaat Penjelasan
Peluang Karier Banyak info loker pajak yang beredar di komunitas tertutup sebelum dipublikasikan.
Problem Solving Saat Anda bingung menghadapi audit di kantor, Anda punya daftar teman untuk tempat bertanya (second opinion).
Kolaborasi Bisnis Anda bisa berpartner untuk membangun kantor jasa akuntansi atau konsultan pajak sendiri di masa depan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *